Senyum penuh rasa syukur

Senyum penuh rasa syukur adalah salah satu cara mengakses energi sukacita

~ Gede Prama

Meditasi mengenal prinsip sederhana by Gede Prama


Meditasi mengenal prinsip sederhana: 

"pikiran cepat adalah hulu penderitaan, 
pikiran lambat adalah awal kesembuhan, 
pikiran yang hening sempurna itulah pencapaian meditasi". 

Artinya, memelankan pikiran melalui meditasi adalah langkah awal menentukan. Pengertian memelankan pikiran adalah belajar menyaksikan setiap bentuk pikiran, bukan diseret arus pikiran. Caranya sederhana, belajar menjadi saksi yang penuh pengertian terhadap setiap bentuk pikiran

~ Gede Prama

Be Soft ...


it is your mind that bother you

the end of suffering

"Then, Bahiya, you should train yourself thus: in the seen, there is only the seen; in the heard, only the heard; in the sensed, only the sensed; in the cognized, only the cognized. … When for you [there are only those things] …, then, Bahiya, there is no you … This, just this, is the end of suffering."

[The Buddha, in Bahiya-sutta]

Maka, Bahiya, berlatihlah demikian: di dalam yang terlihat hanya ada yang terlihat, di dalam yang terdengar hanya ada yang terdengar, di dalam yang terasa hanya ada yang terasa, di dalam yang teringat hanya ada yang teringat. … Bila bagimu [hanya ada itu] … maka, Bahiya, kamu tidak ada … Inilah, hanya inilah, akhir dukkha.”

[Sang Buddha, dalam Bahiya-sutta]

dua jenis penderitaan

Ada dua jenis penderitaan: penderitaan yang membuat lebih menderita dan penderitaan yang membimbing untuk mengakhiri penderitaan. Yang pertama adalah penyakit dari menggenggam kesenangan yang cepat berlalu dan penolakan terhadap ketidaksenangan. Kebanyakan orang terus menerus bergulat dari hari ke hari. Yang kedua adalah penderitaan yang datang ketika kamu membiarkan dirimu merasakan sepenuhnya pengalaman yang terus menerus berubah-kesenangan, sakit, kebahagiaan, dan kemarahan- tanpa ketakutan atau menarik diri. penderitaan dari apa yang kita alami membuat kita tidak memiliki rasa takut dan kita tenang.

~AJAHN CHAH

ANATTA

Sekali kamu mengerti anatta (tanpa inti, tanpa aku), beban kehidupan pun lenyap. Kamu akan merasa tenang hidup di dunia.

Bila kita melihat keluar dari diri kita, kita tidak lagi melekat kepada kebahagiaan, sehingga kita dapat sungguh-sungguh bahagia. Dengan belajar melepas, kamu akan menjadi seperti Apa Adanya - tidak menggenggam, tidak melekat, bebas.

Semua tubuh dibentuk dengan 4 elemen yaitu: tanah, air, udara dan api. Ketika semua unsur itu berkumpul dan membentuk tubuh, kita menyebutnya laki-laki, perempuan, memberi nama-nama, dan seterusnya. Jadi kita dapat mengedintifikasi yang satu dengan yang lain dengan mudah. Tapi sebenarnya tidak ada seorang pun di sana. Yang ada hanya tanah, air, udara dan api.

Jangan terlalu gembira atau terpesona olehnya. Bila kamu sungguh-sungguh melihat ke dalam, kamu tidak akan menemukan siapa pun disana.

(Tiada Ajahn Chah, penerbit Dian Dharma)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...