Jalan berbeda bukan berarti tersesat


Baik atau buruk, siapa yg tahu? - Bad or good, who knows? -


    Sesuatu yang tampaknya baik, belum tentu benar-benar baik,
    dan sesuatu yang tampaknya buruk, belum tentu benar-benar buruk!
    Baik atau buruk, siapa yg tahu?
    - Bad or good, who knows? -
    [AJAHN BRAHM]


Tersebutlah seorang raja di sebuah kerajaan. Raja ini memiliki seorang asisten pribadi yg juga merangkap tabib pribadinya. Kemanapun raja ini pergi, dia slalu membawa serta asisten kesayanganny ini. Dan tiap sang raja sakit, hanya asistennya ini yg boleh dan dipercaya mengobatinya.

Suatu hari pada suatu malam, ada seekor ular menyelinap ke tempat tidur sang raja. Beruntung sang raja cepat tersadar, sehingga ular itu hanya sempat mematuk jempol tangannya.

Esoknya sang raja terserang demam tinggi akibat luka patukan ular tsb. Seperti biasa sang asisten merangkap tabib pribadinya itu mengobatinya.

Namun sudah 3 hari, keadaan sang raja tdk bertambah baik, malahan luka di jempolny bertambah parah. Sang asisten pun dipanggil lagi.

"Mengapa lukaku tidak sembuh juga?!" tny raja mrh.

"Maaf baginda, baik atau buruk, siapa yg tahu?" jwb asistenny itu.

"Aku tdk mau dengar jawaban tolol itu! kau kuberi kesempatan 1x lagi, jika aku tdk sembuh juga, maka kau akan kupenjara, sekalipun kau adalah asisten kesayanganku!" ancam raja.

Asistennya itu hanya tersenyum bijaksana memaklumi, dan berusaha mengobati raja dengan seluruh keahlian yg dimilikinya.

Satu miinggu telah  berlalu, dan keadaan raja tidak juga ada tanda membaik, bahkan semakin parah, sampai akhirnya jempol sang raja terpaksa diamputasi.

Raja sangat murka, dan langsung memenjarakan asistennya itu dgn hukuman penjara seumur hidup. Namun asistennya itu tak nampak terkejut, apalagi sedih. Sekali lagi dia mengatakan: baik atau buruk, siapa yg tahu?

Raja yang telah sembuh, meski tanpa jempol tangannya lagi itu pun sudah melupakan peristiwa itu. Dan suatu hari pergi berburu ke hutan pedalaman, tentunya tanpa asisten. Ketika sedang mengejar seekor rusa, tanpa sadar raja telah memasuki area terdalam hutan itu. Dan naas, area itu dihuni oleh suku-suku liar pedalaman, dan sang raja pun langsung ditangkap. Sang raja sangat takut, apalagi setelah dia tahu akan dijadikan tumbal oleh raja suku itu. Tiba-tiba dia teringat asistennya itu, dan sangat menyesal telah memenjarakannya.

Pada hari yang telah ditetapkan, sang raja pun sudah dipersiapkan untuk dijadikan tumbal. Namun ketika hendak dibunuh, tiba-tiba kepala dukun suku itu membatalkan, karena ternyata sang raja cacat,  tidak sempurna untuk dijadikan tumbal, akibat anggota tubuhnya yang tidak lengkap yakni tidak memiliki jempol tangan. Raja itu pun akhirnya dibebaskan.

Sang raja tak habis bersyukur dan sangat berterima kasih pada asistennya itu. Setelah kembali ke kerajaannya, asistennya itu pun langsung dibebaskan.

"Kau benar! Baik atau buruk, siapa yg tahu? Apabila waktu itu jempolku tidak diamputasi, aku sudah mati dibunuh oleh mereka", ujar raja tercerahkan.

"Dan jika aku tidak dipenjara, pasti baginda akan mengajakku serta, dan pastinya aku akan ikut ditangkap juga, dan sudah pasti akulah yang akan mati dibunuh mereka, karena anggota tubuhku yang masih lengkap, jadi baik atau buruk, siapa yg tahu?", sahut sang asisten. :)

Orang Dewasa

Bertumbuh menjadi tua adalah sebuah kehidupan, tetapi menjadi dewasa adalah sebuah pengalaman. Semua orang pasti akan menjadi tua, tetapi tidak semua orang bisa menjadi dewasa.

Orang dewasa adalah... ketika mendapatkan rejeki, mereka tidak menyombongkan diri, dan ketika kehilangan, mereka tidak terpuruk dalam kesedihan. Mereka menerima dengan bersyukur/berpuas hati dan melepas dengan ihklas;

Orang dewasa adalah... Jika kaya, mereka tak akan merendahkan orang miskin, dan jika miskin, mereka tak akan merendahkan dirinya.

Orang dewasa adalah bertanggungjawab, bijaksana, selalu bersyukur, dan rendah hati.

Happiness


Pemikiran-pemikiran kita tentang kebahagiaan memerangkap kita.

Pemikiran-pemikiran kita tentang kebahagiaan
memerangkap kita.
Kita lupa kalau semua pemikiran-pemikiran tentangnya
hanya gagasan-gagasan belaka.
Gagasan kita mengenai kebahagiaan
justru bisa menghalangi kita merasa bahagia.
Kita akan gagal melihat kesempatan
untuk merasakan suka-cita di hadapan kita,
bilamana kita terjebak dalam kepercayaan
bahwa kebahagiaan mesti
mengambil wujud tertentu.


~ Thich Nhat Hanh.

Mind, ia a beautiful servant, but a dangerous master.


Just correct your own mind, and the rest of your life will fall into flace


don't care about what other think


apakah kamu marah apabila manusia mempunyai sifat seperti kebanyakan?

Apakah kamu marah kepada kucing karena sifatnya seperti kucing?
Apakah kamu marah kepada burung pipit karena sifatnya seperti burung pipit?
Apakah kamu marah kepada anjing karena sifatnya seperti anjing?
Apakah kamu marah kepada tikus karena sifatnya seperti tikus?

Maklumilah... mereka memang seperti itu adanya.

Sekarang, apakah kamu marah kepada manusia karena sifatnya seperti manusia???


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...