Semuanya hanya sekedar rasa
Never mind...
Pada hakikatnya tidak ada yang penting di muka bumi ini.
Bukankah susah dan senang hanyalah permainan rasa belaka? tidak lebih.
Pada hakikatnya tidak ada yang penting di muka bumi ini.
Bukankah susah dan senang hanyalah permainan rasa belaka? tidak lebih.
Semuanya hanya akan menjadi memory
Suka duka hari ini, jam ini, detik ini, semuanya akan berlalu dan menjadi kenangan.
Semua apa yang dialami dalam hidup ini sepersekian detik kemudian, tidak lebih hanya merupakan kenangan hanya sekedar memori.
Semuanya akan berlalu, semuanya akan berubah menjadi kenangan.
Apapun yang dialami sekarang baik suka maupun duka, tak perlulah batin menderita.
Semua apa yang dialami dalam hidup ini sepersekian detik kemudian, tidak lebih hanya merupakan kenangan hanya sekedar memori.
Semuanya akan berlalu, semuanya akan berubah menjadi kenangan.
Apapun yang dialami sekarang baik suka maupun duka, tak perlulah batin menderita.
3 Mantra Kehidupan
3 Mantra Kehidupan
"Man Jadda Wajadda"
Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil
"Man Shobaru Zhafira"
Siapa yang bersabar akan beruntung
"Man Yazro Yahsud"
Siapa yang menanam akan menuai
"Man Jadda Wajadda"
Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil
"Man Shobaru Zhafira"
Siapa yang bersabar akan beruntung
"Man Yazro Yahsud"
Siapa yang menanam akan menuai
Kebahagiaan adalah dukha
Sebenarnya, kebahagiaan adalah dukkha (penderitaan) yang menyamar,
tetapi dalam bentuk yang tidak ketara, yang tidak dapat kamu lihat.
Bila kamu melekat pada kebahagiaan berati sama saja kamu melekat pada penderitaan, tetapi kamu tidak menyadarinya.
Bila kamu menggengam kebahagiaan, tidak mungkin terlepas dari penderitaan itu. Kebahagiaan dan penderitaan itu tidak terpisah.
Karena itu Sang Buddha mengajarkan kita untuk mengenali penderitaan, melihatnya sebagai "warisan kejahatan dalam kebahagiaan", mengerti bahwa kebahagiaan dan penderitaan itu sesungguhnya sama.
Jadi, berhati-hatilah!
Ketika kebahagiaan muncul, jangan terlalu gembira, dan jangan terus membawanya (menggengamnya/melekatinya). Bila penderitaan datang, jangan putus asa, jangan kehilangan kendali karenanya. Mengertilah bahwa mereka memiliki nilai yang sama, yang tidak perlu "dilekati", "digenggami" atau "dipikul" dalam dunia ini...
Bila kamu melekat pada kebahagiaan berati sama saja kamu melekat pada penderitaan, tetapi kamu tidak menyadarinya.
Bila kamu menggengam kebahagiaan, tidak mungkin terlepas dari penderitaan itu. Kebahagiaan dan penderitaan itu tidak terpisah.
Karena itu Sang Buddha mengajarkan kita untuk mengenali penderitaan, melihatnya sebagai "warisan kejahatan dalam kebahagiaan", mengerti bahwa kebahagiaan dan penderitaan itu sesungguhnya sama.
Jadi, berhati-hatilah!
Ketika kebahagiaan muncul, jangan terlalu gembira, dan jangan terus membawanya (menggengamnya/melekatinya). Bila penderitaan datang, jangan putus asa, jangan kehilangan kendali karenanya. Mengertilah bahwa mereka memiliki nilai yang sama, yang tidak perlu "dilekati", "digenggami" atau "dipikul" dalam dunia ini...
Langganan:
Postingan (Atom)




